Tradisi Peryaaan Natal di Negara Bagian Timur Tengah

Tradisi Peryaaan Natal di Negara Bagian Timur Tengah

Setiap negara memiliki masyarakat dengan beragam budaya, tradisi serta kebiasaan yang unik dan berbeda dalam menyambut hari raya Natal. Jika masyarakat di Barat merayakan natal dengan berbagai hiasan natal yang meriah, bagaimana masyarakat Timur merayakan natal? Di Timur sendiri lebih dari 12 juta penduduk umat Kristen yang memiliki tradisi perayaan Natal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Yuk, langsung saja simak tradisi natal berikut ini.

Deretan Tradisi Natal di Negara-Negara Timur

1. Mesir

Negara yang pertama ini menggunakan tradisi Ortodoks, di mana gereja Koptik di Mesir merayakan natal pada tanggal 07 Januari. Selama Advent, waktu menunggu dan persiapan kelahiran Kristus, Koptik Mesir puasa daging, unggas, serta susu selama 40 hari. Hari Natal biasanya dirayakan dengan mengunjungi berbagai kerabat, teman, tetangga dengan memberikan tuan rumah kahk, kue tradisional yang biasanya dimakan dengan sup yang disebut shorba.

Di mana pada malam natal, semua orang akan pergi ke gereja mengenakan pakaian terbaik mereka. Perayaan nataal di gereja akan berakhir pada tengah malam dengan ditandakan dering lonceng gereja.  Mereka akan makan makanan Natal khusus yang dikenal sebagai fata, yang terdiri dari roti, nasi, bawang putih, dan daging rebus.

2. Irak

Biasanya penduduk di Irak pada saat malam natal, anak-anak keluarga bergiliran membaca kisah kelahiran Yesus dari alkitab berbahasa Arab, di mana seluruh anggota keluarga menyalakan lilin sambil mendengar cerita. Tradisi Irak saat Natal adalah di mana para uskup memberkati jemaat dengan meletakkan tangan kepada seorang anggota jemaat, kemudian menyentuh orang di sebelahnya.

Keluarga akan membuat api unggun dari ranting berduri untuk memprediksi masa depan mereka di tahun yang akan datang. Orang Irak percaya bahwa api menyala meramalkan masa depan yang akan datang. Jika duri benar berubah menjadi iabu, itu merupakan simbol keberuntungan. Di mana setiap orang akan melompa di atas abu sebanyak 3 kali dan membuat berbagai permohonan.

3. Suriah

Dalam tradisi adat tradisional Suriah, anak-anak harus menunggu sedikit lebih lama untuk menerima hadiah natal. Anak-anak akan menerima kado natal saat tahun baru. Di mana hadiah tersebut akan di bawakan oleh tiga orang majus. Tiga orang majus merupakan tokoh penting dalam sebuah kisah tradisional perayaaan natal, dan merupakan sekelompok raja yang mengunjungi Yesus dengan membawa hadiah emas, kemenyan, serta mur.

4. Lebanon

Di Lebanon, banyak orang yang suka menanam biji buncis, biji-bijian gandum, lentil dan kacang atau kapas sekitar dua minggu sebelum natal dan terus menyirami setiap hari sampai natal. Di mana tunasnya ditempatkan di bawah pohon Natal, di sekitar palungan aatau di berbagai sudut rumah menandakan kelahiran Yesus Kristus. Memberikan hadiah poinsettia saat mengunjungi rumah teman atau keluarga adalah kebiasaan umum selama natal di wilayah tersebut. Orang-orang juga merayakan dengan dabkeh, tarian tradisional Lebanon di mana orang-orang bergandengan tangan membentuk lingkaran atau semi lingkaran dan mencari nada perkusi sambil menyalakan api unggun. Perayaan akan terus dilakukan sampai tahun baru.

5. Yordania

Dan yang terakhir adalah sebuah tradisi di Yordania, di mana mereka merayakan natal dengan cara yang bervariasi. Di Yordania, pembuatan kue natal di mulai pada minggu pertama Desember dan dibuat dengan merendam buah-buahan kering di cognac, brandy, dan rum. Dan kemudian kue dipanggang menggunakan telur, tepung, dan baking powder dan disajikan selama malam natal.

Itu dia 5 acara tradisi natal yang dilakukan oleh berbagai negara yang berada di bagian Timur. Di mana para masyarakat di dunia dan negara bagian Timur merayakan Natal dengan kegiatan yang berbeda-beda, seru dan unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *