Negara di Dunia yang Melarang Perayaan Natal

Saat natal tiba, suasana jalan di berbagai belahan dunia dimeriahkan oleh beragam dekorasi natal serta musik natal yang indah dan damain untuk menmabut perayaan hari raya umat Kristen. Atmosfer perayaan juga terasa lebih meriah dan ramai. Tetapi, tidak semua daerah mengalami perasaan ini karena terdapat beberapa negara yang melarang perayaan natal. Nah, kiali ini kami akan memberitahukan beebrapa daftar negara di dunia yang melarang diadakannya perayaan hari raya Natal di daerah tersebut. Simak daftar lengkapnya di bawah ini.

Daftar Negara yang Melarang Perayaan Natal

1. Somalia

Somalia, melalui Sheikh Mohamed Kheyrow yang selaku sebagai Direktur Kementerian Agama yang memutuskan untuk melarang perayaan natal dan tahun baru. Alasannya adalah karena menganggap perayaan Natal tidak berkatitan dengan Islam. “Natal tidak akan dirayakan di Somalia karena dua alasan. Seluruh masyarakat Somalia adalah Muslim dan tidak ada komunitas Kristen di sini. Natal adalah untuk orang Kristen. Bukan untuk umat Muslim,” ungkap oleh seorang juru bicara Walikota Mogadishu, Abdifatah Halane. Perayaan Natal juga dianggap menjadi pemicu serangan militan Islam al Shabaab.

2. Brunei Darussalam

Selanjutnya adalah negara yang melarang perayaan Natal berikutnya adalahBrunei Darussalaam. Kementerian agama negara satu ini telah mentapkan peraturan larangan merayakan natal pada tahun 2014. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa warga muslim dan non-muslim yang memiliki tempat usaha dan restoran tidak boleh menghiasi dekorasi natal. Warganya juga masih bisa merayakan natal, tetapi tidak di tempat umum.

3. Korea Utara

Pemerintahan Korea Utara mengontrol dengan ketat segala sesuatu, termasuk perayaan haris besar umat kristiani, yaitu Natal. Di Korea Utara ini sendiri ternyata tidak ada tanggal merah, kecuali saat hari ulang tahun pemimpin Korea Utara. Meskipun sebenarnya negara ini membebaskan warganya untuk beragama, tetapi warga yang ketahuan merayakan natal akan dipenjara sobat.

4. Arab Saudi

Berikutnya adalah negara Islam selain Brunei Darussalam yang melarang perayaan hari besar umat Kristiani yaitu natal. Tetapi ternyata 1.2 juta umat Kristiani di Arab Saudi masih bisa merayakan natal asal tidak dilakukan secara terbuka. Jika kalian mengunjungi Arab Saudi di bulan Desember, tentunya kalian tidak akan merasakan atmosfer Natal yang diperkental dengan dekorasi bernuansa merah ataupun hijau.

5. Tajikistan

Dan yang terakhir adalah negara Tajikistan, kemneterian pendidikan di Tajikistan mengeluarkan dekrit untuk perayaan tahun baru yang melarang penggunaan kembang api, acara makan yang meriah, serta pemberian hadiah dan pengumpulan uang. Dekrit tersebut juga melarang pemasangan pohon natal baik untuk ditebang ataupun buatan untuk sekolah dan universitas. Argumen hal ini pun menyebabkan kasus kekerasan, salah satunya penikaman sampai mati seorang pria berjubah santa di tahun 2011. Insisden ini terjadi beberapa hari sebelum ulama terkemukda di sana mendesak umat Islam berpartisipasi dalam liburan Natal dan Tahun Baru.

Nah itu dia 5 daftar negara yang ada di dunia dan tidak boleh ikut serta dalam merayakan hari besar Natal, kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Berapa beruntungnya kita, masih bisa ikut serta meramaikan serta merayakan hari keliharan Yesus Kristus di dunia. Di mana Allah mengasihi setiap umat manusia dengan mengaruaniakan anak kudus dari pada roh kudus untuk lahir di dunia menebus segala dosa umat manusia. Itu saja informasi dari kami, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *